Sejarah Kongregasi

logo.fse

Ada begitu banyak kongregasi atau terekat yang tersebar di dunia, salah satunya adalah kongregasi Fransiskanes Santa Elisabet, yang sering disingkat dengan FSE.

Seperti apa kongregasi FSE itu?  Penasaran?   Kenalan yuk....

Merintis dan mengawali sebuah kongregasi merupakan suatu karya yang penuh kharisma, menuntut suatu pengorbanan yang sangat tinggi. Digerakkan oleh Roh, Kongregasi FSE didirikan pada tgl 01 Agustus 1880 di Breda, Belanda oleh Sr. M. Mathilda Leenders.  Pada masa itu, negeri Belanda sedang dilanda perang, sehingga kemiskinan dan penderitaan semakin merajalela. Dalam situasi seperti ini orang tidak lagi memikirkan sesamanya. Oleh karenanya, tidak heran kalau orang-orang sakit terlantar dan banyak diantara mereka yang meninggal tanpa ada yang merawat dan mendampingi. Keadaan ini mendorong Mgr Henricus Van Beek, Uskup Breda untuk melakukan sesuatu demi keselamatan orang-orang yang terlantar. Mgr Henricus Van Beek ini yang kemudian menjadi inspirator berdirinya kongregasi FSE. 

Didukung oleh jiwa kecendekiawanan, pergaulan dan semangat pelayanannya, hamba Tuhan ini, mencari tenaga yang bersedia melayani orang-orang sakit ke rumah-rumah. Dengan  tak kenal lelah dan putus asa ia mengetuk pintu biara-biara setempat yang berkarya di bidang kesehatan. Setelah melalui proses yang panjang, tawaran ini mendapat tanggapan dari biara Fransiskanes “Alles Voor Allen” (segalanya untuk semua orang). Mgr Henricus Van Beek, mendapat dua tenaga suster yaitu Sr. Mathilda dan Sr. Anna, yang bersedia membantu karena kerelaan sendiri dan ijin dari kongregasinya. 

Suster.Mathilda

Tidaklah gampang untuk meninggalkan biara dan cara hidup yang sungguh mereka cintai. Namun, didorong oleh keprihatinan dan mewujudkan kehendak Allahh di tengah dunia untuk melayani orang sakit, semuanya ditinggalkan dengan rela. Didukung oleh semangat lepas bebas, akhirnya kedua suster ini  pada tanggal 25 Juli 1880, berani menandatangani surat yang menyatakan kerelaannya melepaskan keanggotan dari Biara Alles Voor Allen. Empat hari kemudian pada tanggal 29 juli 1880, kedua suster ini meninggalkan biara Alles Voor Allen dan tinggal di sebuah rumah sederhana. 

Pada tanggal 01 Agustus 1880, kongregasi baru resmi berdiri dengan nama Kongregasi Religieuze Penitenten Recolectinen Van De Heilige Franciscus Van Assisi yang sekarang disebut dengan Kongregasi Suster Fransiskanes Santa Elisabet (FSE). Sesuai dengan namanya, kongregasi baru ini menghidupi cara hidup Ordo III Regular Santo Fransiskus Assisi dan dipercayakan pada perlindungan Santa Elisabeth Hongaria. Santa Elisabeth diteladani oleh umat Katolik sebagai pencinta orang-orang miskin dan menderita, khususnya orang-orang sakit.

Identitas Kongregasi ini semakin jelas dengan motto “KETIKA AKU SAKIT KAMU MELAWAT AKU ( Mat 25:36)”. Kharisma kongregasi adalah “Daya Kasih Kristus yang menyembuhkan orang-orang yang kecil dan menderita sampai rela wafat di kayu salib”. Motto dan Kharisma ini menjadi jiwa dan api penggerak kongregasi dalam mewujudkan kasih Kristus. Khazanah rohani yang hingga kini dan seterusnya akan diwarisi kongregasi FSE menjadi sumber dan pembentuk cara hidup injili seluruh persaudaraan serta menjadi inspirasi bagi karya pelayanan. Dengan demikian, sangatlah jelas menunjukkan bahwa para suster FSE dipanggil melayani Yesus dalam diri orang-orang sakit dan menderita. 

 

Perkembangan di Indonesia

suster.fse

Pada tahun 1922, Mgr. Mathias Brans, pemimpin misi OFM Cap di Sumatera Barat bermaksud mengembangkan misi Katolik, di bidang pelayanan kesehatan di Sumatera Utara. Untuk rencana tersebut, beliau meminta tenaga dari Belanda melalui Mgr. Petrus Hopmans, yang pada akhirnya memilih Kongregasi FSE di Breda. Hal ini dirasa sangat tepat karena kongregasi ini memiliki Rumah Sakit dan sudah berpengalaman dalam melayani orang sakit. Tugas mulia ini ditawarkan kepada semua suster. Setelah melalui proses yang panjang akhirnya pada tanggal 16 Juli 1924 diputuskan 4 (empat) orang suster akan diutus ke Indonesia yaitu:

1. Sr. M. Pia Van Blaricum

2. Sr. M. Philotea Biemans

3. Sr. M. Gonzaga Van Gorp

4. Sr. M.Antoinette Plug

Keempat suster ini bertolak dari Belanda pada tanggal 29 Agustus 1925. Setelah berlayar selama lima minggu, kapal Johan de Witt yang mereka tumpangi merapat di Belawan, Medan pada tanggal 29 September 1925. Untuk mengenang kehadiran para suster pionir pertama di Indonesia, maka setiap tanggal 29 September, dikhususkan sebagai tanggal penerimaan suster-suster yang mau menggabungkan diri secara defenitif (Kaul Kekal) dalam persaudaraan FSE.

Kehadiran para suster ini rencananya akan bekerja di rumah sakit umum. Namun, akhirnya tidak jadi karena pemerintah tidak bersedia menerima biarawati Katolik. Hal ini membuat para suster sedih tetapi tidak putus asa. Sebaliknya dari penolakan ini, para suster melayani orang sakit dari rumah ke rumah dan lama kelamaan semakin banyak yang merasakan pelayanan kasih para suster ini. 

Setelah tiga tahun, jumlah pasien semakin banyak dan akhirnya pada tanggal 11 Februari 1929 dibangun rumah sakit yang berdampingan dengan biara dan diberkati pada tanggal 19 November 1929. Sejak saat itu kongregasi di Indonesia berkembang pesat, baik dalam jumlah anggota maupun dalam pelayanan. Pada tahun 1942, situasi perang yang melanda Indonesia, memaksa suster-suster untuk menyerahkan Rumah Sakit ke tangan tentara Jepang untuk dijadikan markas dan sebagian suster-suster ditawan di kamp tahanan. Namun, dalam situasi di kamp tahanan, para suster tetap melayani orang sakit. Ada beberapa suster yang meninggal saat di kamp tahanan. 

Pada tahun 1945, perang berakhir dan suster-suster dibebaskan.  Pada 04 Mei 1950, Rumah Sakit dan rumah suster resmi dikembalikan kepada para suster. Dari waktu ke waktu kongregasi mengalami perkembangan baik dalam jumlah anggota dan karya pelayanan. Pada saat ini suster-suster FSE menangani karya dalam bidang Kesehatan (Rumah Sakit, Poliklinik), Pendidikan (STIkes, TK, SD, SMP, SMU), Rumah Retret, Panti Asuhan, Rehabilitasi Kusta, Asrama dan Pastoral. Yesus bersabda ”tuaian memang banyak, tetapi sedikit pekerja”. Begitu juga dengan karya pelayanan kongregasi FSE. 

Anda mau lebih mengenal Kongregasi FSE? 

Come and Join to us.  Hubungi kami di:

1. Generalat FSE St. Mikael, Jl. Bunga Terompet No 120, simpang selayang Pasar VIII, Medan, Telp (061)8220838

2. Novisiat FSE San Damiano, Jl. Besar Sibiru Biru, Delitua, Medan, Telp (061)7030129

3. Postulat FSE La Verna, Jl. Besar Sibiru Biru, Delitua, Medan, Telp (061)7032261

4. Susteran FSE Betania, Jl. besar Sibiru Biru, Delitua, Medan, telp (061) 7030131

5. Rumah induk FSE St. Elisabeth, Jl. Imam Bonjol no 38, Medan, Telp (061)4572505

6. Susteran FSE St. Yosef, Jl. Slamet Riyadi 10, Medan, Telp(061) 4572637

7. Susteran FSE Mathilda Leenders, Jl. Haji Misbah No 07, Medan, Telp (061) 4144737 ex 464

8. Susteran FSE St. Theresia, Jl. Sugiyapranata, Pangururan, Samosir

9. Susteran FSE Samadi Maranata St. Lidwina, Jl. sentosa 96, Berastagi, Telp (0628) 91155

10. Susteran FSE Beato Redemtus, Jl. Kota Cane, Lawedesky, Telp (0629) 2524885

11. Susteran FSE St. Fransiskus, Jl. S.Parman 13 Kal-Tim, Telp (0541)734276

12. Susteran FSE St. Benedictus, Jl. Kabo Gayo, Sengatta, Kutai Timur, Kal-Tim

13. Susteran FSE St. Yohanes Don Bosco, Jl. Flamboyan Gg. Arumdalu CTX/10A, Yogyakarta Telp (0274)566230

14. Susteran FSE St. Paskalis, Jl. Cempaka Putih Timur I No 7, Jak-Pus, Telp (021) 4206788

15. Susteran FSE St. Monika, Jl. Anggrek Blok IV, Lubuk Baja, Batam, Telp (0778)457232

16. Susteran FSE St. Rafael, Sagulung Batam, Telp (0778) 7207811

17. Susteran FSE St. Antonius Padua, Jl. Eltari KM 7, Kefamenanu, NTT,  HP 081264442404

18. Susteran FSE Maria Immaculata, Merauke

 

Lalu apa Syarat-syarat masuk FSE:

• seorang perempuan yang belum menikah, 

• berminat dan bercita-cita menjadi Biarawati, 

• sehat jasmani dan rohani,

• tamatan SMU atau sederajat

 

Berikut ini, para suster yang tinggal di komunitas St. Paskalis, Jakarta;

1. Sr. M. Raymonda Ginting FSE

2. Sr. M. Generosa  Sinuhaji FSE

3. Sr. M. Agatha Saragih FSE

4. Sr. M. Yudith Pangaribuan FSE

5. Sr. M. Damiana Sitanggang FSE

6. Sr. M. Laurentia Nainggolan FSE

Date Updates
Kam, 16/03/2017 - 10:00